You are here
Home > Percintaan > Renungkan 5 Hal Ini Sebelum Bilang Putus Pada Pasangan

Renungkan 5 Hal Ini Sebelum Bilang Putus Pada Pasangan

Dalam sebuah hubungan tanpa adanya rasa cemburu, pertengkaran dan cekcok jalinan kasihmu dengan dia pasti akan terasa sangat hambar. Apalagi jika kamu sedang dilanda rasa kurang menyenangkan, mungkin akan terbesit dipikiranmu untuk mengakhiri hubungan.

Namun sebelum kamu memutuskan untuk mengakhiri romansamu dengannya, sebaiknya kamu memikirkan beberapa hal sebagai bahan pertimbangan. Jangan sampai kamu membuat keputusan gegabah yang nantinya akan membuatmu menyesal. Mumpung kata ‘putus’ masih belum terlontar, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan hal-hal ini, ya!

1. Hubungan ini bukan cuma kamu dan dia, tapi juga soal keluarga

Tidak semua orang bisa sesupel kamu atau pasanganmu. Bisa mengakrabkan diri dengan keluarga adalah sebuah prestasi tersendiri. Secara nggak langsung, kamu sudah mendapat restu untuk bisa dekat dengan anaknya, walaupun masih dalam tahap pacaran. Di suatu waktu, mungkin kamu dan adiknya sudah akrab dan sering jalan keluar bersama. Bayangkan apa yang mereka rasakan kalau kamu sudah putus dengannya. Perasaan sedih pasti ada, karena orangtua mereka sudah kehilangan salah satu anak kesayangannya.

2. Pertimbangkan sudah berapa lama kalian bersama

Menghabiskan waktu untuk berkomitmen dengan seseorang bukanlah perkara yang gampang. Mau nggak mau, kamu harus menjadikannya sebagai salah satu prioritas utamamu. Kenyataannya, kamu sudah menjalin hubungan spesial selama bertahun-tahun bersama dia. Anggap saja sudah 2 tahun. Apakah kenangan dari asam manis hubungan kalian akan terhapus dengan mudahnya? Semakin lama bersamanya, cinta terhadap satu sama lain pun akan semakin dalam. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melupakannya. Semua itu akan menjadi percuma.

3. Ingat apa saja yang sudah kalian hadapi berdua

Menjalin hubungan satu tingkat lebih serius di atas teman, yang bukan sekedar mempersoalkan tentang status. Disadari atau tidak, kalian memahami sikap dan perilaku masing-masing. Nggak jarang kalian pun berubah buat sama-sama jadi lebih baik. Dia memang bukan yang sempurna, tapi perlu kamu sadari bahwa berjuang untuk berubah lebih baik sendirian itu lebih melelahkan. Coba kamu tanyakan pada lubuk hatimu yang terdalam, apa kamu sudah siap buat berjuang sendirian yang pastinya melelahkan?

4. Ingat sebesar apa perjuangan dia

Momen suka kalian lewati dengan bersama, tak jarang saat-saat duka juga telah kalian hadapi berdua. Kehadiran dan dukungan kalian saling mengisi untuk satu sama lain. Saat kamu lagi sakit, dia tidak pamrih untuk repot-repot membelikan makanan buat kamu. Kadang, saat kamu lagi nggak punya uang, dengan senang hati dia meminjamka uang supaya kamu nggak kesusahan selama beberapa hari ke depan. Sosok yang seperti itu nggak akan kamu temukan dalam satu malam. Kalau kamu putus sama dia, apa kamu bener-bener yakin akan dapet partner yang lebih dari dia?

5. Apa kamu siap tiba-tiba kehilangan sosok pasanganmu seutuhnya?

Menghabiskan sebagian waktumu dengannya sudah jadi rutinitasmu. Kadang, intensitas pertemuanmu dengan dia lebih sering daripada kamu sama orangtua. Pesan atau chat di hp-mu sebagian besar juga dari dia. Saat kamu putus, semua intensitas itu akan berkurang, berawal dari selalu, jarang, dan berakhir ke lost contact. Kamu pun akan jarang bertemu dia lagi. Mantapkan hatimu, tanyakan pada diri sendiri. Apa kamu siap ditinggalkan dan kehilangan sosoknya selamanya?

Kalau dari pertimbangan di atas belum bisa kamu dapatkan jawaban yang memuaskan, lebih baik kamu urungkan dulu niat itu. Berikan waktu dan ruang untukmu memikirkan hal ini. Kalau ternyata dia adalah anugerah Tuhan yang memang sudah ditakdirkan buat kamu, pertahankan. Akan selalu ada jalan keluar kalau kamu mau berusaha untuk bertahan dan memperbaiki diri.

Top